Skandal 'Pendakian Palsu' Everest Terkuak Akibat Foto Editan


Kathmandu - Sepasang suami istri dari India dilarang mendaki seluruh gunung di Nepal selama 10 tahun setelah pejabat menyebut bahwa mereka telah memalsukan pendakiannya ke Everest.

Penyelidikan yang dilakukan pemerintah menyimpulkan, pasangan tersebut telah mengedit foto mereka sendiri agar terlihat bahwa mereka berhasil mencapai puncak Everest.

Pasangan yang bernama Dinesh dan Tarakeshwari Rathod tersebut, mengklaim telah mencapai puncak Everest pada Mei 2016.

Pengakuan itu awalnya disertifikasi oleh Departemen Pariwisata Nepal, namun keputusan tersebut dicabut setelah dilakukan analisis terhadap foto yang digunakan mereka.

Pejabat departemen pariwisata Gyanendra Shrestha mengatakan, pemerintah telah mengonfirmasi keluhan pendaki lain yang mengatakan bahwa pasangan suami istri tersebut telah mengedit fotonya untuk menunjukkan bahwa mereka telah berada di puncak gunung.


"Kami telah mencabut sertifikat pendakian mereka," ujar Shrestha kepada Reuters.

"Mereka tak akan diizinkan untuk melakukan aktivitas pendakian di Nepal selama 10 tahun," tambahnya.

Pejabat pariwisata mengatakan, Dinesh dan Tarakeshwari telah mengganti foto wajah pendaki lain dengan wajah mereka. Sementara itu pendaki asal India Satyarup Siddhantha mengaku, fotonya telah dimanipulasi oleh pasangan suami istri tersebut.

Dikutip dari Independent, Rabu (31/8/2018), pasangan itu kemudian mengadakan konferensi pers pada 5 Juni 2016 dan mengaku bahwa mereka benar-benar telah mencapai puncak Everest.

"Kami berkomitmen tak akan memiliki anak sampai mendaki Everest. Dengan bangga sekarang, kami ingin menjadi orangtua," ujar Dinesh Rathod dalam konferensi pers.


Pasangan tersebut pun menyangkal telah mengedit foto karena mereka ditemani oleh seorang pemandu yang turut mendaki bersamanya.

Pada Juni lalu Kepala Kathmandu-based Makalu Adventure yang menyelenggarakan pendakian tersebut mengatakan kepada BBC, dirinya tak meragukan bahwa Dinesh dan Tarakeshwari telah mendaki Everest.

"Mereka dibawa ke puncak oleh sherpa (salah satu suku di Nepal dan Tibet yang hidup di lereng Pegunungan Himalaya) yang telah bekerja untuk perusahaanku selama beberapa tahun dan mereka telah mencapai puncak pada 23 Mei," ujar Mohan Lamsal.

Tahun ini tercatat 454 orang mendaki Everest selama Maret hingga Mei, setelah dua tahun terjadi cuaca buruk yang mengakibatkan sejumlah pendaki tewas.

No comments:

Powered by Blogger.